Salam Sehat Sahabat YES. Pastikan kali ini kita bertemu dalam keadaan sehat dan bahagia. Sehat itu mudah, apalagi bagi kita yang hidup di Indonesia, dimana di sekeliling kita adalah alam yang subur, curah hujan yang memadai dengan sinar matahari sepanjang tahun, menjadikan bumi Nusantara kita ini ditumbuhi sangat beragam tumbuh-tumbuhan. Dan di antara beragamnya tumbuhan tersebut, tidak sedikit yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh sampai mampu mengobati penyakit berat sekalipun. Olahan dari hasil alam Nusantara tercinta ini  yang dikonsumsi untuk kesehatan biasa disebut dengan jamu atau sebagaian generasi kekinian menyebutnya herbal.

jamu
jamu

Pasti Sahabat sudah tidak asing dengan istilah jamu, baik jamu tradisional maupun jamu modern hasil pabrikan. Tidak sulit bagi kita untuk membeli jamu, setiap pagi biasanya ada penjual jamu gendong yang berkeliling atau kita bisa ke kedai/warung yang khusus menyediakan beagam jenis jamu dari yang tradisional maupun sudah diproduksi pabrik. Rutin mengkonsumsi jamu sudah menjadi gaya hidup sebagian besar masyarakat secara turun temurun sehingga industri jamu akan terus bertahan di tengah moderenisasi obat-obatan.

Selain faktor khasiat yang sudah tidak diragukan, faktor ekonomi juga jadi pertimbangan untuk lebih memilih jamu dibandingkan obat-obatan rumah sakit. Harga   jamu pastinya lebih murah dari pada obat obatan kimia yang dihasilkan perusahaan obat. Jadi tidak heran banyak orang yang lebih memilih jamu, selain sehat berkhasiat harganya juga lebih ramah.

Salah satu hal yang pasti menjadi keengganan seseorang minum jamu adalah rasanya yang cenderung pahit. Sahabat juga pasti pernah merasakan bukan ?, bagaimana pahitnya minum jamu. Meskipun sebenarnya tidak semua jamu rasanya pahit, banyak juga yang enak sebenarnya. Untuk mengurangi rasa pahit, biasanya suka ditambahkan madu kedalam jamu atau diminum setelah selesai minum jamunya. Namun demikian Sahabat harus bijak, bukankah lebih baik pahit sedikit untuk kesehatan jangka panjang, daripada minum-minuman yang dirasa enak tapi sebenrnya merusak tubuh dan dapat mengakibatkan penyakit di kemudian hari?

Sejarah jamu

Sahabat yang sudah terbiasa minum jamu secara rutin pasti sudah merasakan khasiatnya untuk tubuh. Sedangkan  yang belum terbiasa dan ingin mulai rutin minum jamu sebagai gaya hidup sehat maka jangan khawatir, karena minum jamu sangat aman tanpa efek samping selama tidak berlebihan tentunya.

Namun sudah tahukah Sahabat bagaimana sejarah jamu itu sendiri? Jamu berasal dari bahasa Jawa kuno jampi, yang berarti mantera atau doa, yang dibacakan oleh dukun-dukun atau ahli pengobatan pada masa itu ketika proses penyembuhan dengan media ramuan ajaib yang kini kita kenal dengan istilah jamu. Pada mulanya jamu hanya dibuat oleh orang-orang yang dipercaya punya kekuatan mistis untuk mengobati orang lain, namun pada perjalanannya kekuatan itu dikalahkan oleh ilmu pengetahuan modern. Distribusi jamu pada saat itu masih mengandalkan orang-orang yang bekerja pada dukun untuk mengantarkan kepada keluarga pasien yang membutuhkan. Atau orangnya datang langsung ke rumah dukun untuk dijampi dan diberikan ramuan obat.

jamu (7)
jamu

Zaman Kerajaan.

Sejak zaman kerajaan, penggunaan hasil alam sebagai obat-obatan sudah dikembangkan dengan adanya semacam departemen kesehatan di kerjaan tersebut, didirikannya rumah sakit di ibu kota kerajaan, dan distribusi obat-obatan dalam hal ini semacam jamu (karena semua bahan dan prosesnya masih alami) ke seluruh wilayah kekuasaan kerajaan. Para tabib yang ahli pada bidangnya dipekerjakan pihak kerajaan untuk menjalankan fungsi penelitian dan pengembangan jamu, perawatan kesehatan dan pengobatan.

Di era penjajahan Belanda, produksi jamu sudah dilakukan oleh banyak orang, tidak harus memiliki kekuatan supranatural. Orang  biasa pun kemudian membuat dan mendagangkan jamu yang mereka olah dengan cara berkeliling dengan digendong. Yang hingga saat ini masih kita kenal dengan istilah jamu gendong. Dalam proses produksi dan distribusinya, jamu tradisional yang dijual oleh pedagang jamu gendong keliling  hasil olahan perumahan tidak memerlukan izin khusus. Tapi masyarakat yang sudah percaya dan merasakan khasiatnya biasa sudah mempunyai penjual jamu gendong langganan.

jamu gendong
jamu gendong

Zaman Modern.

Memasuki abad ke-20 mulailah perusahaan-perusahaan jamu modern berdiri. Yang terus mengalamai perkembangan hingga saat ini. Tercatat perusahaan jamu modern yang paling tua adalah :

  • Jamoe Iboe, berdiri tahun 1910 di Sidoarjo
  • Jamu Jago, berdiri tahun 1918 di Semarang
  • Jamu Nyonya Meneer, berdiri tahun 1919 di Semarang
  • Sido Muncul, berdiri tahujn 1940 di Jogjakarta
  • Jamu Air Mancur, berdiri tahun 1963 di Solo

Perusahaan-perusahaan tersebut masih bertahan di tengah persaingan dunia pengobatan di Indonesia karena masyarakat yang sudah mempercayai dan merasakan sendiri khasiat dari jamu yang alami dari pada obat-obatan yang mengandung bahan kimia.

Penyajian jamu di zaman sekarang sudah ada dalam berbagai bentuk, tidak hanya jamu seduh tetapi juga dalam bentuk pil dan kapsul. Hal ini dikareanakan oleh rasa pahit yang dikandung oleh sebagian besar minuman jamu, menyebabkan banyak orang terutama anak-anak tidak mau minum jamu. Padahal khasiatnya sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Untuk memudahkan orang-orang minum jamu tanpa rasa pahit maka kemudian jamu dibuat dalam bentuk pil atau tablet yang lebih mudah ditelan.

Meskipun sudah banyak obat-obatan yang berbahan kimia, penggunaan jamu untuk mencegah penyakit dan pengobatan masih sangat tinggi di Indonesia. Hal ini karena penmggunaan obat-obatan yang alami sudah terbukti secara turun temurun. Dan sudah dirasakan oleh masyarakat dari generasi ke generasi.

Penyebaran jamu di Indonesia

jamu (1)
bahan jamu

Dari Sabang sampai Merauke, tanah Indonesia ditumbuhi beragam jenis tumbuhan yang berkhasiat, bahkan masih banyak jenis tumbuhan yang belum diteliti kandungan dan kasiatnya. Kita pasti bisa menemukan tumbuhan obat kemnapun kita pergi di nusantara ini, hal ini dikarenakan sangat subur makmurnya Negara kita. Letak geografis Indonesia di garis khatulistiwa menjadikan kita Negara dengan hutan tropis terbesar di dunia edngan keragaman hayati terlengkap.

Pemanfaatan tanaman dan binatang untuk pengobatan di Indonesia sudah dikenal sejak zaman prasejarah yang terus berkembang hingga kini. Di setiap daerah pasti kita akan menjumpai metode pengobatan tradisional dan obat-obatan alami yang diolah dari hasil alam setempat. Hal ini dapat kita baca dari kitab-kitab peningggalan kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Nusantara.

Penyebaran jamu memang lebih banyak dikenal dan berkonsentrasi di pulau Jawa, terutama Jawa tengah, Jogjakarta dan Jawa timur. Banyak pabrik-pabrik jamu berdiri di wilayah ini. Namun distribusi produk jamu sekarang ini sudah dilakukan sampai ke pelosok negeri. Dan yang membanggakan adalah penyebaran dan penjualan jamu Indonesia sudah menembus pasar ekspor ke luar negeri. Produk jamu kita juga sangat digemari oleh orang di Negara lain.

Dengan dijualnya produk jamu kita di luar negeri, sudah sepatutnya lah kita yang mewarisi alam dan budaya luhur ini lebih peduli dibandingkan orang luar. Menjaga alam agar terus lestari, menjaga warisan turun temurun ini demi anak cucu kita. Memanfaatkan alam seperlunya tanpa berlebihan dan merawatnya adalah suatu kewajiaban kita semua. Sehingga kita dapat terus sehat dan alam yang kita tinggali ini lestari.

Jamu tradisional dan khasiatnya

Berikut akan kami sampaikan beberapa contoh jamu tradisional :

1. Kunyit Asam

Kunyit adalah sejenis umbi-umbian berwarna kuning. Sangat berkhasiat sebagai obat dan dapat juga digunakan sebagai bumbu masakan. Kunyit atau kunir mempunyai nama daerah yang berbeda-beda seperti koneng dalam bahasa Sunda. Sedangkan asam atau asem adalah sejenis buah buahan tropis yang rasanya tentu masam. Kombinasi kunyit dan asam dapat dikonsumsi untuk mengatasi sakit perut, meredakan panas dalam, membuat kulit makin cerah, menurunkan berat badan dan dapat mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

Rasa dari jamu kunyit asam tidaklah pahit, lebih ke masam seger loh Sahabat. Makanya banyak yang gemar minum kunyit asam karena khasiatnya memang sudah terbukti. Dalam proses peracikannya, kunyit asam biasa ditambahkan rempah-rempah lain seperti temulawak dan gula merah untuk memberi sedikit rasa manis.

2. Beras Kencur

Dari namanya sudah bisa diketahui dari apa jamu ini dibuat. Yups, kencur merupakan umbi yang rasanya agak pedas berwarna putih. Sedangkan beras tentunya sudah sangat dikenal karena merupakan makanan pokok kita. Kombinasi beras dan kencur sangat berkhasiat dan merupakan jamu paling populer di Indonesia.

Diantara khasiatnya adalah untuk meningkatkan nafsu makan, meningkatkan stamina dan semangat, mengobati pegal-pegal dan menjaga kesehatan secara umum. Rasanya juga tidak pahit, namun sedikit agak pedas saja. Dalam pembutannya bisa ditambahkan sedikit gula untuk menambah rasa.  Mengkonsumsi beras kencur bisa dilakukan secara rutin karena tidak memiliki efek samping.

3. Galian Singset.

Jamu ini terbuat dari ramuan kencur, temulawak, asam jawa, kayu manis, kunyit, sereh, dan lain-lain. Jamu ini dikonsumsi oleh wanita yang sudah berumah tangga, karena khasitnya sangat bagus untuk organ intim kewanitaan. Sahabat yajng ingin menjaga keharmonisan rumah tangga sangat dianjurkan untuk rutin mengkonsumsi jamu jenis ini ya.

Khasiat lain dari galian singset ini juga mampu menjaga kekencangan kulit sehingga tidak mudah keriput dan tampak muda terus.

4. Temulawak

jamu (2)
temulawak

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), tumbuhan asli Indonesi ini termasuk jenis temu-temuan, atau sejenis jahe-jahean. Sudah digunakan secera turun temurun karena khasiatnya yang sangat banyak.

Jamu yang berbahan temu lawak berkhasiat untuk mengobati : maag, kembung, gangguan ginjal dan empedu, sakit kepala, gejala masuk angin, meningkatkan daya tahan tubuh, menghilangkan pegal-pegal, mencegah jerawat dan dan berbagai penyakit lainnya.

Dalam pengolahannya temulawak dapat dicampur dengan jinten, asam jawa, gula merah dan lainnya.

5. Jamu Pahitan

Dari namanya saja sudah terbayangkan bagaimana rasa dari racikan jamu ini. Namun dengan rasa pahit yang terkandung ini justru memberikan banyak manfaat dan khasiat bagi tubuh. Mengobati berbagai penyakit dan dalam menjaga kesehatan, jamu pahitan memiliki keunggulan. Karena  mempunyai lebih banyak manfaat dibanding jamu lainnya.

Meskipun rasanya pahit dan banyak orang tidak menggemari minum jamu pahitan, nyatanya manfaat yang terkandung lebih baik dari pada minum-minuman kegemaran anda. Khasiat jamu pahitan diantaranya adalah menurunkan kadar kolesterol, mencegah diabetes, meredakan tekanan darah tinggi, membersihkan darah, mengatasi pegal linu, menambah nafsu makan, dan ampuh melawan banyak bibit penyakit di dalam tubuh. Jamu pahitan dibuat dari bahan utama seperti daun sambiloto dan akar brotowali.

6. Kunci Sirih

Jamu ini satu lagi jenis jamu buat Sahabat yang sudah menikah, karena khasitnya untuk mengencangkan organ intim dan menghilangkan keputihan. Selain untuk khasiat tadi, jamu yang terbuat dari daun kunsi dan daun sirih ini sudah terbukti mampu menjagadan merawat kesehatan gigi dan gusi.

Kunci sirih ini sering ditambahkan bahan lain sepeerti kencur dan jahe atau temulawak.

7. Jamu Gepyokan

Jamu dari kunyit, daun asam muda (sinom) daun luntas, jahe dan asam jawa ini sangat berkhasiat terutama bagi ibu yang baru saja melahirkan dan sedang menyusui. Menjaga daya tahan tubuh juga berkhasiat menghilangkan bau badan.

Makanya jamu gepyokan atau jamu uyup–uyup ini biasanya menjadi favorit yang biasa dibeli dari tukang jamu gendong.

8. Cabe Puyang

Cabe puyang adalah tanaman rempah yang masih berkerabat dengan lada dan termasuk kedalam sirih-sirihan. Dikenal juga dengan istilah cabe jawa, memiliki khasiat untuk menghilangkan pegal-pegal, linu dan sakit pinggang.

Untuk membuat ramuan jamu cabe puyang bisa ditambahkan temulawak, jahe, kunyit, merica, biji kedawung, asam jawa, dan gula merah. Bagi ibu hamil yang sedang hamil tua juga diperbolehkan untuk minum jamu ini.

9. Kudu Laos

Laos yang dimaksud bukan Negara Laos ya Sahabat, hehe… tapi jenis tumbuhan jamu berupa umbi-umbian atau rimpang yang juga dikenal dengan nama lengkuas. Selain untuk bahan jamu, laos juga digunakan sebagai bumbu masakan. Bisa memberikan efek hangat dalam tubuh. Kudu laos ini bisa mengatasi kembung dan meredakan demam, baik bagi anak-anak maupun orang tua.

Lengkuas yang sudah ditumbuk dan dicampur dengan bahan lain direbus untuk bisa diminum, tambahkan sedikit gula merah supaya ada manis-manisnya.

Itulah beberapa jenis jamu tradisional yang bisa Sahabat pilih untuk dikonsumsi secara rutin. Sebenarnya masih banyak lagi jenis jamu tradisional lain yang tidak kalah berkhasiat bagi kesehatan tubuh. 

Jamu Pabrikan

Selain jamu tradisional tentunya kita sudah sangat familiar dengan jamu pabrikan. Gencarnya promosi perusahaan jamu di media telah membuat jamu hasil olahan dan kemasan pabrik sangat populer bahkan sudah diekspor ke luar negeri.

Khasiat yang terkandung dalam jamu yang diolah di pabrik besar sama saja dengan jamu olahan rumahan. Karena pada dasarnya bahan yang digunakan adalah sama. Yang membedakan tantu adalah bentuk dan kemasan yang lebih modern dan praktis. Ada jamu yang sudah diolah menjadi pil, tablet atau kapsul. Sehingga orang – orang lebih mudah dalam minum jamu. Namun bagi yang terbiasa minum jamu, pabrikan juga menyediakan jamu serbuk yang siap seduh kemudian diminum hangat-hangat. Semuanya kembali kepada Sahabat lebih suka minum jamu dalam bentuk apa. Karena intinya adalah bahan, proses pengolahan dan khasiat yang terkandung dalam jamu itu sendiri.

jamu (3)
jamu (3)

Kesimpulan

Sangat kayanya alam Indonesia dan beragamnya adat istiadat budaya masing-masing daerah tentunya mewariskan banyak sekali ramuan obat-obatan dan jamu tradisional, pastinya di setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing.

Sehat itu mudah dengan menjalankan pola hidup sehat dan murah dengan tersedianya bahan obat dan jamu alami di sekitar kita. Tinggal kesadaran kita ya Sahabat untuk mau terus sehat dan peduli kepada lingkungan sekitar. Sehat terus ya Sahabat, karena kita akan bertemu kembali di artikel-artikel tips dan informasi kesehatan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here