Salam Sehat Sahabat YES. Semoga perjumpaan kali ini kita dalam keadaan sehat walafiat. jauh dari obat-obatan, Sehat jasmani dan rohani. Bahagia dan tetap semangat.

Tidak seorang pun di dunia ini mau meraskan sakit, apalagi harus sampai mendapatkan perawatan di rumah sakit. Namun pada kenyataanya sakit kadang datang tanpa bisa dihindari. Banyak faktor yang dapat membuat seseorang menderita suatu penyakit. Bisa dikarenakan pola hidup yang tidak sehat, faktor pekerjaan, pergantian musim, atau wabah yang sedang melanda daerah tertentu.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas beberapa hal mengenai obat baik yang modern maupun tradisional.

Dikutip dari laman Wikipedia bahwa Obat adalah benda atau zat yang dapat digunakan untuk merawat kesehatan, membebaskan gejala penyakit, atau mengubah proses kimia dalam tubuh. Obat ialah suatu bahan atau paduan bahan-bahan yang dimaksudkan untuk digunakan dalam menetapkan diagnosis, mencegah, mengurangkan, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka atau kelainan badan atau pikiran pada manusia dan untuk memperindah badan atau bagian badan manusia.

Selain pengertian obat secara umum, ada juga istilah obat secara khusus, yang biasanya digunakan oleh masyarakat yaitu obat modern dan obat tradisional.

Sejarah singkat mengenai obat

Sakit dan obat adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, setiap seseorang merasakan sakit pada bagian tubuhnya secara naluri sudah pasti melakukan segala sesuatu untuk menyembuhkannya. Dalam usahanya untuk mengobati sakit, sejak zaman manusia pertama pastilah sudah ada usaha dan cara. Meskipun sejarah belum tercatat pada zaman dahulu kala. Banyak literatur sejarah dari kerajaan kerjaan kuno yang telah menunjukan kemajuan-kemajuan signifikan pada eranya. Seperti di Mesir, China, Romawi kuno dan Nusantara di zaman itu. Penggunaan obat secara tradisional sudah dilakukan sejak zaman prasejarah hingga memasuki abad 20. Pada permulaan inilah mulai dibuat obat – obat sintesis, misalnya asetosal,  disusul kemudian dengan sejumlah zat-zat lainnya. terobosan sejati baru tercapai dengan penemuan dan penggunaan obat-obat kemoterapeutik sulfanilamid (1935) dan penisillin (1940). Sejak tahun 1945 ilmu kimia,  fisika dan kedokteran berkembang dengan pesat dan hal ini menguntungkan sekali bagi penyelidikan yang  sistematis dari obat-obat baru.

Era modern

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi telah mampu membuat inovasi di bidang kedokteran, hingga tidak heran lebih dari 500 obat baru ditemukan tiap tahunnya. Hal ini berbanding dengan perkembangan dunia yang juga menimbulkan banyak sekali jenis penyakit baru yang muncul. Berevolusinya bakteri, virus dan mikroorganisme lain penyebab penyakit menuntut para ilmuwan terus menerus melakkukan penelitian dan pengembangan obat-obatan. Sepertinya hal ini dikarenakan semakin serakahnya umat manusia dalam mengeksploitasi bumi.

Di zaman modern sekarang ini, pengguanaan pengobatan tradisional sudah mulai ditinggalkan dan beralih ke pengobatan modern. Namun demikian obat-obatan tradisional masih menjadi alternatif bagi penyembuhan berbagai macam penyakit.

Bahkan ada banyak komunitas yang menyerukaan untuk kembali ke alam dengan memanfaatkan obat-obatan tradisional karena dianggap lebih aman tanpa efek samping. Pengobatan dengan menggunakan hasil alam langsung juga dinilai lebih baik dan ramah lingkungan. Orang-orang  disarankan menanam sendiri tumbuhan berkhasiat obat di rumah sehingga lebih mudah dan memperindah lingkungan. Dibanding tergantung dengan obat-obatan kimia yang mungkin memiliki efek samping.

Sejarah singkat pengawasan obat di Indonesia

Di Negara kita, Indonesia, sejarah farmasi modern dimulaio sejak zaman Hindia Belanda dengan adanya pendididkan bagi asisten apotek oleh apoteker pada saat itu yang telah mendapatkan semacm sertifikat. Setelah belajar dan bekerja langsung di apotek tersebut maka sang asisten apoteker akan diiktkan untuk ujian pengakuan yang dilakukan oleh pemerintah Hindia Belanda.barulah pada zaman pendudukan Jepang, dirintis pendidikan tinggi di bidang farmasi di Indonesia.

Setelah era kemerdekaan, tenaga farmasi terutama asisten apoteker semakin banyak sehingga pemerintah saat itu mengatur untuk perizinan pendirian apotek yang sebelumnya bebas tanpa perlu mengajukan perizinan. Perkembangan dunia farmasi di Indonesia ssemakin pesat seiring keadaan perekonomian dan ilmu pengetahuan yang juga tumbuh dan berkembang. Sehingga penataan dan pengawasan terhadap obat dilakukan dengan lebih baik lagi dengan adanay Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan di bawah departemen kesehatan RI.

Sejak tahun 2000, Direktorat Jenderal Obat dan Makanan yajng tadinya berada di bawan Depkes RI berubah menjadi lembaga pemerintah non departemen yang bertanggung jawab langsung kepada presiden dan namanya berubah menjadi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Badan ini bertugas unutk melakukan fungsi menyusun kebijakan nasional di bidang pengawasan obat dan makanan, pelaksanaan pengawasan dan penindakan terhadap pelanggaran di bidang obat dan makanan. Melakukan penyuluhan, bimbingan dan pelayanan terhadap masyarakat dan melakukan koordinasi dengan lembaga pemerintah lain dalam hal obat dan makanan.

Hati-hati ya Sahabat YES, jangan sampai mengkonsumsi obat palsu yang pastinya sangat berbahaya. Pastikan setiap obat dan makanan yang akan kita konsumsi sudah mempunyai izin edar dari BPOM dan depkes. Karena jika mengunakan obat palsu, bukannya sembuh, malah semakin parah menambah sakit yang diderita. Kita dukung pemerintah dalam menjalankan tugasnya menyehetkan seluruh warga Negara. Laporkan jika Sahabat menemukan hal yang mencurigakan terkait obat-obatan palsu ya…

Penggolongan Obat

Secara garis besar, penggolongan obat dibagi menjadi dua kategori yaitu obat modern (bahan yang telah diolah oleh proses pabrikasi) dan obat tradisional (bahan diperoleh secara alami dan langsung digunakan dengan proses pengolahan yang sederhana).

Obat modern

Seiring perkembangan ilmu pengetahuan bidang kesehatan yang sangat pesat, maka jenis obat semakin beragam dan dapat mengobati banyak sekali penyakit bahkan yang sangat kronis sekalipun. Kita patut berterima kasih kepada orang-orang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk perkembangan obat-obatan dan dunia kedokteran pada umumnya.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa obat-obat  modern yang ada saat ini lahir dari sebagian obat tradisional. Bahan-bahan yang digunakan untuk pengobatan modern banyak yang merupakan hasil pengembangan dari obat-obat tradisional. Kemudian  diproses di pabrik-pabrik berstandar. Obat-obatan yang dikeluarkan dan diedarkan oleh perusahaan farmasi dibagi lagi menjadi beberapa jenis sesuai undang-undang :

  • Bebas

simbol di kemasan adalah lingkaran berwarna hijau dengan tepi garis hitam. Itu berarti obat tersebut telah memiliki izin edar dan dapat digunakan masyarakat secara umum dalam batas dosis yang telah diasrankan. Obat jenis ini dapat kita beli bahkan di warung biasa dengan merek yang sudah banyak dikenal di masyarakat.

  • Bebas terbatas

simbol di kemasan lingakaran berwarna bitu dengan tepi garis hitam. Itu berarti obat tersebut dapat dibeli tanpa resep dokter di apotek. Daslam kemasannya golongan obat keras ditandai dengan tulisan : peringatan obat keras, (ada 6 kategori peringatan).

  • Keras

simbol lingkaran warna merah dengan huruf ka didalamnya menyentuh ke lingkaran tepi berwarna hitam. Golongan obat ini mempunyai takaran dosis minimum dan harus menggunakan resep dokter karena sifatnya yang masuk daftar G, berarti berbahaya jika tidak sesuai penggunaannya.

  • Psikotropika dan narkotika

golongan zat yang perderan dan penggunaaanya diawasi dengan sangat ketat oleh pemerintah, penyalahgunaan Psikotropika dan narkotika diancam dengan hokum pidana yang telah diatur dalam undang-undang. Sebenarnya obat-obatan jenis ini diperlukan dalam dunia medisdengan dosis dan yang tepat yang hanya boleh diberikan oleh paara dokter. Zat golongan ini memiliki sifat adiksi yang akan membuat ketergantungan bagi penggunanya jika sering mengkonsumsi. Efek yang dirasakan adalah seperti menenangkan, mempengaruhi mental, dan dapat merubah pikiran/kelakuan dan persaan penggunanya.

Obat modern hasil olahan pabrik dapat kita beli di apotek sesuai resep dokter. Banyak bentuk yang tersedia di pasaran seperti : padat (pil, kapsul, tablet, serbuk), cair (sirup, obat tetes), gas (obat asma), salep dll.

Obat tradisional

Jenis obat yang kedua ini pasti Sahabat sering gunakan untuk pencegehan dan perawatan kesehatan tubuh. Karena obat tradisional mudah didapat dan harganya pun relatif lebih murah dibandingkan obat-obatan modern. Penggunaannya pun lebih aman dibanding obat pabrik karena tidak memilki efek samping yang membahayakan walaupun dikonsumsi dalam jangka waktu cukup lama.

Obat-obatan tradisional lebih banyak diketahui berdasarkan pengalaman turun temurun. Meskipun demikian dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekhnologi, sudah banyak obat tradisional yang diekstrak menjadi pil atau tablet.

Obat  tradisional yang diperbolehkan di Indonesia adalah setiap bahan atau ramuan bahan berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan galenik atau campuran dari bahan-bahan tersebut, secara tradisional telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Itu adalah pengertian dari obat tradisional berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia nomor 246/Menkes/Per/V/1990

Meskipun bersumber dari pengalaman turun temurun, namun nyatanya mengkonsumsi atau menggunakan hasil alam langsung sebagai usaha penyembuhan sangat efektif menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan, didaerah pelosok yang belum terjangkau oleh medis dan obat-obatan modern, mereka menggunakan hasil alam untuk mengobati segala macam penyakit. Orang di daerah pegunungan dan pelosok pedesaan sudah terbiasa menggunakan akar, daun buah, atau bagian bintang tertentu untuk dijadikan obat.

obat tradisional
obat tradisional

Beberapa contoh dari obat tradisioal diantaranya :

  • Adas dapat digunakan sebagai obat batuk, sesak napas, dan sariawan.
  • Asam jawa dapat digunakan sebagai obat penurun panas, sariawan, obat cacing serta pertolongan pertama pada luka.
  • Bawang merah dapat mengobati mual-mual, masuk angin, melancarkan haid, dan perut kembung.
  • Bawang putih dapat mengobati penyakit jantung koroner, kolesterol, darah tinggi, penyakit cacing pita, keputihan, dan gigitan serangga
  • Belimbing wuluh berkhasiat mengobati sakit gondongan, jerawat, pegal linu, sakit gigi, sariawan dan obat batuk.
  • Buah naga berkhasiat sebagai obat penurun kadar gula darah, menghaluskan kulit serta menghambat pertumbuhan sel tumor di dalam tubuh.
  • Bunga rosela berkhasiat mengobati menurunkan hipertensi dan kolesterol, mengurangi panas,menurunkan kadar gula dalam darah bagi penderita diabetes, meredakan pusing/migrain, menyehatkan mata dan maag.
  • Kunyit putih dapat digunakan sebagai obat asam urat, diabetes, keputihan, obat liver, kolesterol, perut kembung, menurunkan tekanan darah serta membantu fungsi organ hati dan limpa.
  • Daun jambu biji berkhasiat mengobati diabetes mellitus, sariawan,diare, masuk angin, prolapsisani, maag, luka bakar dan sakit kulit.
  • Daun kemangi dapat digunakan sebagai obat panu, diare, muntah, sariawan, bau mulut serta mengurangi bau keringat.
  • Daun sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan perdarahan, menyembuhkan gangguan saluran pencernaan dsn luka pada kulit.
  • Jahe dapat digunakan sebagai obat kompres, obat sakit perut, obat liver, demam, gigitan ular maupun serangga, kesleo, batuk serta penghangat badan.
  • Kencur dapat digunakan sebagai obat masuk angin mengobati tenggorokan, obat batuk, mual-mual, dan melancarkan haid.
  • Kunyit/kunir berkhasiat mengobati demam, memperlancar ASI, mencret, obat eksim/borok, kembung, dan anti serangga.
  • Lengkuas/laos berkhasiat mengobati rematik, batuk, panu, sariawan, kurap, nyeri dada sakit kepala, serta memperbaiki pencernaan.
  • Mahkota dewa dapat digunakan sebagai obat kanker, diabetes mellitus, rematik, tumor, hepatitis serta asam urat.

Namun kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, memeriksakan semua keluhan kesehatan kepada dokter yang memang sudah ahli di bidangnya. Penggunaan obat tradisional pun haruslah berdasarkan rekomendasi darai mereaka yang ahli. Supaya tidak terjadi kesalahan mengkonsumsi obat yang malahan membuat keadaan semakin memburuk.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati

Mencegah terkena penyakit haruslah menjadi pilihan utama dari pada mengobati dengan pengobatan modern maupun tradisional. Menjalani pola idup sehat seperti yang telah dibahas di artikel sebelumnya, bisa memanfaatkan alam sebagai pencegeahan dengan tumbuhan herbal misalnya. khasiat yang terkandung pada tumbuhan herbal sangat bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh terhadap serasngan kuman, virus dan bakteri dari luar. Mengkonsumsi suplemen yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik modern juga dapat dilakukan selama sesuai dengan aturan dan atas rekomendasi dari para ahli. Jagalah kesehatan diri dan keluarga Sahabat, jangan sampai sakit ya,,, dengan kesehatan anda sekeluarga maka kebahagiaan juga pasti akan dirasakan.

sehat bebas obat
sehat bebas obat

Kesimpulan

Setiap penyakit pasti ada obatnya, baik modern maupun tradisional. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang berkembang pesat semakin memudahkan manusia untuk terus menciptakan terobosan dalam dunia medis dan kedokteran. Berbagai macam obat untuk sakit apapun sudah tersedia mulai dari yang generik sampai yang sangat mahal sekalipun. Dan bersyukurlah kita Sahabat yang tinggal di Indonesia, negara tropis di khatulistiwa yang sangat kaya akan berbagai jenis tanaman berkhasiat. tanamlah tanaman yang berkhasiat obat di lingkungan sehat sekitar rumah anda. Penggunaan obat tradisional maupun modern haruslah selalu berdasarkan resep, takaran dan pengolahan yang tepat untuk mendapatkan manfaat yang maksimal.

Sehat itu nikmat, maka dari itu benarlah jika mencegah lebih baik daripada mengobati. Semoga Sahabat YES, selalu dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat. Ikuti kami teru untuk mendapatkan berbagai informasi dan tips seputar kesehatan, semoga bermanfaat bagi kita semua ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here