Salam Sehat Sahabat YES,  pada pertemuan kali ini kita akan membahas penyakit Difteri. Penyakit yang satu ini  merupakan penyakit menular dan sangat beresiko menyebabkan kematian. Mengingat sakit dan bahaya yang ditimbulkan oleh penyakit ini sangat besar, jadi ketahui dan pahami sampai tuntas ya Sahabat!.

Apa itu Difteri ?

Penyakit difteri adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas, amandel, saluran lendir pada hidung dan tenggorokan. Penyakit ini juga dapat menimbulkan peradangan dan luka  pada kulit. Penyakit Difteri sangat menular dan berpotensi menyebabkan kematian jika tidak secepatnya ditangani dengan penanganan yang tepat.

Untuk mengetahui seseorang menderita difteri diperlukan diagnosis medis, karena gejala yang ditimbulkan mempunyai beberapa kemiripan dengan gejala penyakit lain.

Penyakit Difteri dapat menular melalui percikan air liur ketika si penderita batuk atau bersin. Selain melalui udara, penyebaran juga bisa terjadi melalui benda pribadi yang telah terkontaminasi atau bersentuhan dengan luka pada penderita yang diakibatkan oleh bekteri ini. Sehingga penularannya sangat cepat jika tidak ditangani dengan benar. Namun meskipun berbahaya, penyakit difteri ini dapat disembuhkan dengan memberikan pengobatan yang tepat. Bahkan difteri bisa dicegah sejak dini melalui imunisasi ketika bayi sebelum 1 tahun dengan memberikan vaksin DPT.

membran putih yang diakibatkan penyakit difteri
membran putih yang diakibatkan penyakit difteri

Apa penyebab penyakit difteri ?

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium diphtheria. Bakteri Corynebacterium diphtheria memproduksi sejenis racun yang sangat berbahaya jika sudah menyebar ke bagian tubuh lain, karena bisa mengakibatkan komplikasi hingga kematian. Bakteri ini menginfeksi saluran pernapasan atas dan membentuk membran berwarna putih tebal di tenggorokan atau disekitar amandel. Membran ini terbentuk dari sel kulit mati yang telah terinfeksi dikarenakan racun yang dihasilkan membunuh sel sehat didaerah terserbut.  .

Ketika seseorang terinfeksi maka sistem kekebalan tubuh akan melawan dan mengeluarkan bakteri ini. Apalagi jika orang tersebut pernah dimunisassi DPT, maka akan menghalau bakteri yang masuk kedalam tubuh. Infeksi bisa sangat mudah terjadi ketika sistem kekebalan tubuh orang tersebut terganggu dan lemah, seperti akibat AIDS atau gangguan Autoimun.

Lingkungan yang kotor, kumuh tidak terawat dengan baik bahkan tercemar merupakan habitat yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya bakteri. Sehingga meningkatkan resiko penyebaran penyakit ini.

ilustrasi bakteri
ilustrasi bakteri

Siapa yang bisa terkena penyakit difteri ?

Penyakit ini bisa menyerang siapapun dalam rentang usia berapapun. Anak-anak lebih rentan terkena infeksi bakteri ini. Namun hal itu bukan berarti orang dewasa tidak bisa terkena penyakit difteri, sehingga semua orang harus mempunyai kewaspadaan dan kepedulian supaya tidak tertular apalagi menularkan penyakit difteri ke orang lain.

Difteri banyak diderita di Negara-negara berkembang, dimana tingkat pemberian vaksin belum begitu tinggi. Ditambah dengan jumlah penduduk yang sangat besar dengan geografis berada di daerah tropis sehingga bakteri bisa hidup dan berkembang biak dengan cepat.

Orang-orang yang pernah mendapat vaksin saat kecil lebih kecil resikonya bahkan bisa terbebas dari terkena sakit difteri. Sedangkan orang yang selama hidupnya belum pernah mendapatkan imunisasi DPT maka resiko tertular menjadi sangat besar.

Apa gejala yang dirasakan ketika terjangkit difteri ?

ilustrasi sakit
ilustrasi sakit

Gejala yang umum ditimbulkan adalah sakit dan peradangan tenggorokan, demam, batuk terus menerus, suara serak, pembengkakan kelenjar pada leher, terbentuknya selaput atau membran putih di daerah amandel dan tenggorokan, kesulitan saat bernapas, lemas dan tidak bergairah,  hingga menimbulkan bercak sampai luka  pada kulit. Pada tahapan berikut jika racun dari bakteri ini sudah menyebar maka dapat mengakibatkan kerusakan pada organ lain dan memicu timbulnya penyakit seperti jantung dan ginjal.

Tetapi kadang difteri tidak menimbulkan gejala khusus karena hampir sama dengan gejala flu, bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali pada tahap awal infeksi dari bakteri. Lalu bagaimana cara membedakan gejala flu dengan difteri?

Untuk membedakan gejala difteri dengan gejala flu atau radang tenggorokan biasa adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter, lalu dilihat ada atau tidaknya selaput/membran putih di  area pangkal tenggorokan.

Pengobatan penyakit difteri

Pengobatan penyakit difteri harus dilakuakn oleh dokter dengan menggunakan obat-obatan yang sudah biasa digunakan oleh dunia kedokteran. Karena penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, obat yang diberikan biasanya dari golongan antibiotik dan antitoksin. Obat anti toksin diberikan karena bakteri ini  menghasilkan racun yang berbahaya dan dapat dengan cepat menyebar ke bagian tubuh lain.

Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk terus waspada dan peduli akan kesehatan diri sendiri dan keluarga. Sehingga tindakan cepat harus segara dilakukan sebelum infeksi bakteri menyebabkan komplikasi dan menyebabkan penyakit kronis lain bahkan kematian.

Meskipun tergolong mematikan, namun penyakit ini masih bisa disembuhkan sampai tuntas. Walaupun tidak ada jaminan kedepannya tidak akan terkena penyakit ini lagi. Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit dan penyebarannya sehingga bisa menjadi kejadian luar biasa seperti pernah terjadi di beberapa wilayah Negara kita beberapa waktu lalu.

Pencegahan

ilustrasi imunisasi pada anak
ilustrasi imunisasi pada anak

Untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, maka sejak bayi berusia dibawah satu tahun harus diberikan imunisasi DPT. Pemberian imunisasi ini sudah menjadi program nasional pemerintah melalui Kementrian Kesehatan RI. Vaksin DPT sendiri merupakan gabungan dari vaksin Difteri, Pertusis dan Tetanus. Diberikan kepada bayi pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan saat usia sudah menginjak 5 tahun. Imunisasi ini akan melindungi anak seumur hidup. Namun bisa saja diberikan lagi vaksin pada saat anak sudah berusia 10 tahun.  Untuk pemberian imunisasi ini sudah disediakan oleh pemerintah secara gratis.

Selain pemberian imunisasi, meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kesehatan diri sendiri dan lingkungan dapat mengurangi resiko penyebaran penyakit difteri. Karena lingkungan yang bersih akan mengurangi habitat virus dan bakteri jika dibandingkan lingkungan kotor.

Kesigapan seluruh anggota keluarga sangat diperlukan untuk mencegah terjangkit atau tertular penyakit ini. Dengan segera melakukan pemeriksaan kesehatan begitu ada anggota keluarga menunjukan gejala sakit sekecil apapun, supaya bisa diketahui penyebab dan  bisa ditangani dengan benar.

Kesimpulan

Penyakit Difteri adalah penyakit yang berbahaya dengan tingkat penyebaran yang cepat karena penularannya mudah. Namun meskipun berbahaya, jangan panik karena penyakit ini bisa segera disembuhkan dengan diagnosis yadan pengobatan yang benar tentunya oleh professional yaitu dokter di fasilitas kesehatan terdekat. Karena anak-anak lebih rawan untuk terkena difteri maka setiap orang tua harus segera memberikan imunisasi DPT kepada anak mereka sesuai petunjuk dan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Bawa  anak anda ke posyandu atau puskesmas untuk diberikan vaksin DPT.

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika terjadi gejala-gejala awal yang dimungkinkan itu adalah infeksi bakteri difteri sebelum semakin parah dan menyebabkan komplikasi kronis ke bagian tubuh lain. Sehingga penanganan dini akan membantu keluarga anda tetap sehat ya Sahabat.

Ikuti terus Yesehat.com untuk mendapatkan informasi dan tips seputar kesehatan yang pasti berguna untuk kita semua. Terima kasih Sahabat YES…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here