Salam Sehat Sahabat YES. Pasti Sahabat pernah melihat iklan layanan masyarakat di televisi tentang bulan eliminasi kaki gajah, bukan? Yups Bulan Oktober ini, ingat program nasional Bulan Eliminasi Kaki Gajah yang disingkat BELKAGA. Program Pemerintah melalui Departemen Kesehatan RI ini sudah dimulai sejak tahun 2015 dan berlangsung selama 5 tahun dengan tujuan Indonesia bebas penyakit kaki gajah tahun 2019.

Kampanye Nasional Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. dr. Nila Farid Moeloek Sp.A (K). Berlokasi di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kab. Bogor pada 01 Oktober 2015. Selanjutnya tiap bulan Oktober akan dijadikan Bulan Eliminasi Penyakit Kaki Gajah Nasional selama 5 tahun kedepan. Program ini menyasar 105 juta penduduk di 241 kabupaten/kota endemis kaki gajah. Pelaksanaannya sendiri dengan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) di daerah tersebut.

sumber gambar : depkes.go.id
sumber gambar : depkes.go.id

Penanggulangan dan pemberantasan penyakit kaki gajah yang dalam bahasa medis disebut lymphatic filariasis  sudah dilakukan oleh pemerintah sejak tahun 1970. Hasilnya sangat baik, dengan terus menurunnya penderita kaki gajah dari tahun ke tahun sehingga pemerintahan yang sekarang sudah bertekad untuk meneruskan perjuangan agar Indonesia terbebas dari kaki gajah.

Tentu kita sebagai masyarakat wajib mendukung program pemerintah tersebut. Supaya tidak ada lagi saudara-saudara kita yang menderita akibat Filariasis. Perlu kesadaran bersama akan pentingnya kesehatan diri dan lingkungan. Demi tercipta Negara Indonesia yang sehat, maju dan sejahtera. Untuk lebih memahai penyakit kaki gajah berikut akan kami sampaikan informasinya.

Apa itu penyakit Kaki Gajah (Filariasis) ?

Penyakit  ini adalah terjadinya pembengkakan atau pembesaran ukuran pada bagian kaki hingga ukuran yang sangat tidak normal. Dari perubahan fisik inilah, Filariasis  kemudian  disebut penyakit kaki gajah. Penyakit ini disebabkan oleh cacing Filaria, dan disebarkan oleh gigitan nyamuk. Karena media penyebarannya berupa nyamuk, maka penyakit kaki gajah bersifat menular. Namun pada beberapa kasus, pembesaran ukuran tubuh juga bisa terjadi pada tangan atau alat kelamin. Filariasis ini bisa menginfeksi tua, muda, ayah atau ibu dan anak. Penderita kaki gajah merasakan sakit/nyeri pada bagian yang terinfeksi dan sering disertai demam. Penderitaan lainnya adalah terganggunya aktifitas harian karena ukuran tubuh yang mengalami pembengkakan.

pembengkakan kaki penderita penyakit kaki gajah
pembengkakan kaki penderita penyakit kaki gajah

Meskipun bukan tergolong mematikan, namun penderitaan yang diakibatkan oleh penyakit ini sangat berat, karena proses pembengkakan terjadi bertahun-tahun. Bukan hanya fisik yang mengalami sakit namun juga secara psikologis yang tentunya akan sangat terganggu akibat perubahan fisik tersebut. Perasaan minder, tidak percaya diri dan putus asa merupakan beberapa faktor yang harus juga diobati. Tentunya melibatkan orang yang ahli dibidangnya.

Masih adanya stigma negatif bagi penderita kaki gajah membuat penderitaan bertambah. Hal ini dikarenakan kurangnya wawasan dan ilmu pengetahuan juga belum memahami apa dan mengapa penyakit kaki gajah bisa terjadi pada seseorang. Sahabat semua mari beri dukungan moral dan bantu para penderita filariasis agar tetap percaya diri dan bersemangat untuk cepat sembuh.

Penyebab kaki gajah dan penyebarannya

Penyakit ini disebabkan oleh cacing filaria. Ada tiga jenis spesies cacing yaitu Wuchereria bancrofti (menyebabkan hampir 90% kasus), Brugia malayi dan Brugia timori, keduanya menyebabkan sebagian kecil sisanya. Cacing-cacing ini berukuran sangat kecil termasuk mikoskropis, berbentuk seperti benang memanjang. Cacing ini dapat hidup menjadi infektif di dalam tubuh nyamuk.

Penyebarannya diakibatkan gigitan nyamuk yang telah mengandung telur cacing filaria. Nyamuk yang dapat menyebarkan telur atau larva cacing ini bisa dari spesies nyamuk apa saja. Tidak seperti demam berdarah yang hanya disebarkan oleh nyamuk aedes aegypty betina atau malaria yang disebarkan oleh nyamuk anopheles.

Lingkungan yang kotor, tidak ditata dan dirawat dengan baik akan menyediakan tempat untuk nyamuk berkembangbiak. Sebagai hewan yang dapat menyebarkan penyakit ini maka sudah seharusnya kita semua bergotong royong dan peduli akan kebersihan tempat tinggal kita. Sehingga tidak lagi ada tempat untuk nyamuk bertelur.

Negara-negara tropis merupakan daerah endemis Filariasis karena iklim yang cocok untuk serangga termasuk nyamuk sebagai perantara penyebarannya. Dan lagi-lagi ini menjadi tantangan bagi kita karena Negara kita adalah Negara tropis, maka tidak heran jika Indonesia termasuk salah satu Negara yang merupakan daerah endemis dengan penderita kaki gajah terbesar di dunia.

nyamuk adalah penyebar penyakit kaki gajah
nyamuk adalah penyebar penyakit kaki gajah

Tahapan dan gejala terjadinya penyakit

Nyamuk pembawa telur dan larva cacing akan menularkan ketika mengigit. Karena larva cacing akan tetap infektif di dalam nyamuk lalu masuk kedalam manusia melalui gigitan. Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, larva cacing filarial masuk ke pembuluh limfatik dan menetap disana. Cacing-cacing ini mulai merusak jaringan dan mengganggu sistem kekebalan tubuh. Waktu hidupnya antara 6-8 tahun, dan selama itu bisa menghasilkan mikrofilaria dewasa dalam jumlah yang sangat banyak.

Tahapan awal

Ketika pertama kali seseorang terinfeksi telur atau larva cacing akibat gigitan nyamuk, orang tersebut tidak akan merasakan gejala apapun. Namun sebenarnya pengrusakan sudah mulai terjadi dalam sistem getah bening dan limpa. Cacing-cacing ini pun terus berkembangbiak di dalam tubuh si penderita bahkan tanpa disadari.

Tahapan akut

Pada tahapan ini sudah ditandai dengan adanya peradangan kulit, kelenjar dan pembuluh getah bening diikuti dengan pembengkakan pada kelenjar getah bening, badan terasa demam dan mulai terlihat pembengkakan pada tungkai kaki.

Tahapan kronis

Pada tahap ini pembengkakan sudah terjadi pada jaringan limfa, penebalan kulit, kaki yang sudah semakin membesar atau pada bagian tubuh lain seperti tangan atau organ kelamin. Gejala yang muncul pada tahap awal terinfeksi tidak dapat dilihat langsung dan tidak begitu dirasakan oleh orang yang terinfeksi. Baru pada tahap akut sampai kronis mulai terasa dan tampak beberapa gejala yang harus diwaspadai seperti :

  • Demam yang berulang tidak menentu selam 4-5 hari (dirasakan ketika melakukan aktifitas)
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di area lipatan ketiak atau paha
  • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa dari pangkal kaki atau lengan.
  • Pembesaran tungkai kai, atau lengan dan atau pada organ kelamin yang terlihat kemerahan dan terasa panas.

Jika mulai merasakan gejala awal atau maksimal pada tahap akut maka segera cek kesehatan dan lakukan pemeriksaan di rumah sakit, sebelum keadaan semakin memburuk. Sehingga mendapatkan pengobatan yang benar.

Pengobatan penyakit kaki gajah

obat penyakit kaki gajah
obat penyakit kaki gajah

Seperti sudah di sampaikan di awal bahwa bulan Oktober ini merupakan bulan pengobatan dan pencegahan penyakit kaki gajah nasional. Maka segera datang ke tempat yang telah disediakan pemerintah setempat untuk mendapatkan pengobatan tersebut. Obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ini adalah Diethyl Carbamazine Citrate (DEC), yang dikombinasikan dengan Albenzol setahun sekali selama 5-10 tahun. Untuk mencegah reaksi seperti demam, Anda dapat memberikan paracetamol. Obat ini disediakan gratis oleh pemerintah. Untuk mendapatkannya tinggal mendatangi puskesmas terdekat dan berkonsultasilah dengan dokter atau petugas kesehatan.

Pada keadaan yang masih ringan, pengobatan akan menyembuhkan tuntas dan membunuh cacing yang sudah menginfeksi. Namun pada tahap yang sudah kronis mungkin membutuhkan tindakan operasi, dokter dan petugas medis akan memberikan saran dan pengobatan yang sesuai dengan kondisi penderita.

Obat Diethyl Carbamazine Citrate (DEC) menimbulkan efek samping sakit kepala, sakit tulang atau otot, pusing, anoreksia, muntah, demam dan alergi. Namun jika dibandingkan dengan penderitaan bertahun-tahun karena penyakit kakai gajah, maka efek samping obat dirasa sangat kecil terhadap kesehatan menyeluruh.

Lakukan pengobatan di tempat yang sudah pemerintah sediakan seperti puskesmas, rumah sakit atau balai pengobatan yang sudah ditunjuk. Sebaiknya hindari pengobatan jalur alternatif seperti pengobatan ke dukun karena ilmu pengetahuan sudah berkembang dan pemerintah sudah memberikan fasilitas kesehatan gratis untuk masyarakat.

Pencegahan infeksi dan penyebaran

lingkungan kotor menjadi sarang nyamuk
lingkungan kotor menjadi sarang nyamuk

Mencegah lebih baik daripada mengobati, ya Sahabat. Maka perlu diperhatikan banyak hal supaya kita dan keluarga tidak terkena penyakit ini. Perlu kerjasama semua pihak untuk menjadikan Negara kita bebas penyakit kaki gajah. Beberapa langkah bisa mulai ditingkatkan dari sekarang seperti :

  • Jadikan lingkungan tempat tinggal kita bebas dari nyamuk. Karena penyebaran penyakit Filariasis dilakukan oleh nyamuk maka jadikan lingkungan sehat, bersih hingga tidak ada tempat untuk nyamuk berkembang biak.
  • Lakukan berbagai upaya unutk melindungi keluarga dari gigitan nyamuk. Pilihlah cara atau alat yang banyak tersedia untuk kita terhindar dan dari gigitan nyamuk. Banyak pilihan untuk membunuh nyamuk jika di sekitar rumah sudah terlanjur banyak nyamuknya, bisa dengan disemprot anti serangga, fogging lingkungan, menggunakan lotion anti nyamuk, raket nyamuk, menutup ventilasi dengan jaring halus dan masih banyak cara lain tentunya.
  • Tingkatkan kesadaran dan perbanyak penyuluhan kesehatan akan bahaya penyakit kaki gajah, bagaimana penanggulangannya dan budayakan menjaga kebersihan lingkungan sejak dini kepada anak-anak, seperti kebiasaan 3M (menguras dan bersihkan tempat air, menutup tempat air, dan mengubur benda-benda yang dapat dijadikan sarang oleh nyamuk).
  • Memberikan keluarga anda obat cacing secara rutin minimal 6 bulan sekali. Dapat mencegah keluarga terinfeksi cacing yang jadi parasit di dalam tubuh. Meskipun obat cacingnya bukan khusus untuk jenis filaria.
  • Dukung dan sukseskan progam pemerintah dalam hal ini Kementrian Kesehatan unutk membebaskan Indonesia dari penyakit kaki gajah.

Kesimpulan

Dari uraian diatas, maka penyakit kaki gajah atau lymphatic filariasis dapat digolongkan menjadi penyakit berbahaya. Hal ini dilihat dari banyak aspek tentunya bukan hanya karena sifatnya mematikan atau tidak. Pemerintah kita sudah sejak lama melakukan berbagai upaya untuk menuntaskan pembebasan dari penyakit ini. Maka kita semua harus bersama-sama meningkatkan kesadaran, dan kepedulian akan bahaya dan kerugian yang ditimbulkan penyakit kaki gajah.

Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri tanpa peran serta aktif seluruh lapisan masyarakat untuk mensukseskan keberhasilan mewujudkan Indonesia bebas penyakit kaki gajah.

Bagi para penderita kaki gajah, tetap semangat untuk sembuh. Ikuti program pemerintah dan pengobatan dari tenaga kesehatan yang sudah ditunjuk. Pasti sembuh dan akan kembali bisa menjalankan kehidupan sehari-hari, tetap percaya diri karena pemerintah dan kami semua bersama kalian.

Untuk sahabat semua mari kita jaga kebersihan lingkungan, supaya kita bisa terus sehat dan bahagia. Ikuti terus unutk mendapatkankan informasi dan tips kesehatan lainnya ya Sahabat YES…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here